Friday, June 10, 2011

Carut-Marut Rumah Buzy !!@$%^

Judulnya sedikit lebay ya? memang! haha...bagaimana lagi, beberapa minggu ini saya hobby sekali ganti template blog dengan menggunakan layanan blog tamplate gratis yang lucu-lucu itu, tapi alhasil saya justru sering kerepotan karena adanya beberapa gangguan pada blog saya ( sudah seperti gangguan listrik di rumah rasanya), menyedihkan!

Haha..saya terobsesi untuk berulang-ulang mencoba mengganti template blognya dan melihat hasilnya. Sejak saya mengganti-ganti templatenya saya tida bisa berkomentar di blog teman saya ataupun sebaliknya. Jadi karena saya menyerah pada akhirnya, saya kembalikan template blog saya ke template yang disediakan blogger. Siapa tahu bisa kembali normal lagi.

Rumah Buzy jadi sedikit berantakan dan tidak cantik, tidak apalah hanya untuk sementara :)

Wednesday, June 8, 2011

Pertemuan Kembali !!


Sebenarnya sore ini saya masih ada beberapa laporan yang menunggu, yang harus sudah saya selesaikan dalam 1-2 hari kedepan, tapi saya benar-benar sudah tidak sabar untuk menceritakan pertemuan kembali saya dengan gamelan. Yup, seperti sebelumnya yang pernah saya ceritakan saya sangat suka, cinta, rindu untuk bisa memainkan kembali salah satu alat yanga ada pada rangkaian alat musik gamelan yaitu saron.

Dulu, 6 atau 7 tahun lalu saya pernah memainkan saron, saat saya dan beberapa orang teman bergabung di Sanggar gamelan Dalem Noto Rahardjan, Yogyakarta. Dalem Noto Rahardjan adalah tempat dimana saya benar-benar jatuh cinta pada alunan musik gamelan untuk pertama kalinya. Dan beberapa tahun kemudian saat saya memutuskan pindah ke Surabaya setelah menyelesaikan kuliah, saya tidak bertemu lagi dengan gamelan. Rasanya ada yang kurang, ada yang amat sangat saya rindukan. Bukannya saya tidak berusaha, saya sudah mencari beberapa sanggar gamelan di surabaya, tapi mungkin niat saya tidak sebesar seminggu terakhir ini.

Setelah seminggu terakhir ini saya mengubeg-ubeg google dan mencari beberapa data tentang sanggar gamelan dan krawitan, saya menemukan situs ini https://brangwetan.wordpress.com/2007/10/03/direktori-seniman-karawitan-jawa-timur/ dan disini tertera nama-nama direktori seniman krawitan Jawa Timur, saya menghubungi beberapa nama yang ada disitu, hingga pencarian saya berhenti pada sebuah nama yaitu Pak Sabar. Seperti nama-nama yang lainnya, saat menelpon pertama kali, saya memperkenalkan diri dan menanyakan apakah beliau adalah pelatih gamelan atau mungkin punya informasi dimana saya bisa belajar gamelan. Kemudian Pak Sabar, memberikan sebuah nama dan no telpon dimana saya mungkin bisa belajar gamelan yaitu Pak Subroto. Pak Sabar menjelaskan bahawa Pak Subroto adalah guru smk-nya yang sekaligus pelatih gamelan.
Berbekal no telpon yang diberikan Pak Sabar, saya menghubungi pak Subroto atau yang bisa dipanggil Pak Broto. Pak Broto sangat ramah dan terbuka atas keinginan saya untuk belajar gamelan, beliau menyampaikan bahwa saya bisa datang ke SMK 9 Surabaya untuk mulai latihan tgl 7 Juni 2011 yaitu kemarin yang kebetulan ada kelompok yang baru saja mulai latihan jadi tidak tertinggal terlalu jauh.

Dan...dengan semangat dan senyum lebar berangkatlah saya ke SMK 9 Surabaya kemarin. Jam latihan adalah jam 18.00-21.00 dan saya datang terlalu sore jadi saya menunggu beberapa saat sampai beberapa orang yang tergabung dalam kelompok gamelan itu datang. Tidak lama kemudian datanglah, pria separuh baya, sedikit gendut dengan wajah penuh senyum dan motornya yang nyentrik. Belum menyebutkan namanya saja saya sudah bisa menebak siapa pria ini. Yup dan benar dugaan saya, dia Pak Broto. Dia seramah dan selucu saat saya menelponnya jadi tidak terlalu canggung berbicara dengan beliau.

18.30 anggota kelompok yang lain mulai berdatangan, kebanyakan pasangan suami istri dan mereka semua mengguanakan bahasa jawa halus alias kromo inggil untuk berbicara satu dengan yang lain. Wow, saya sudah mulai luapa kromo inggil jadi kadang kalau saya lupa saya campur dengan bahasa Indonesia hahaha...

Saya duduk di depan saron, saya sudah hampir lupa bagaimana memainkannya. Tapi untunglah Pak Broto dengan sabar membimbing lagi saya dari awal. Sebelah saya yang memainkan saron juga, pasangan suami istri Bapak dan Ibu Suparno, pasangan yang menyenangkan. Dan betapa terkejutnya saya, saat berkenalan dengan Pak Suparno dan dia langsung menawari saya untuk bergabung dengan grup ketoprak miliknya. Hah?saya? yakin pak? hati saya bilang begitu haha :D

Saya fikir Pak Suparno hanya bercanda, namun sesaat setelah latihan selesai Pak Parno kembali menghampiri saya dan memastikan apakah saya mau ikut grup ketopraknya, yup!! tentu saja saya mau, mau sekali malah!! haha :D

Dan hari ini Bu Lilik, ketua kelompok kami menelpon saya, kembali menanyakan kenapa saya ingin belajar gamelan...beliau sudah menanyakan pertanyaan ini ditempat latihan dua kali haha dan ditambah pagi ini berarti tiga kali :)) Sepertinya memang agak aneh, karena saya paling muda diantara mereka dan saya sampai browsing di internet untuk menemukan tempat latihan gamelan ini, jadi bagi mereka ini memang sedikit tidak biasa, haha baiklah saya mengerti.

Bu Lilik menawari saya untuk ikut latihan yang hari ini juga namun di tempat yang berbeda. Untuk yang hari ini, pesertanya adalah mereka-mereka yang sudah mahir. Waduh..hahha saya baru saja belajar melemaskan tangan saya lagi setelah sekian lama, jadi mungkin lain kali saja, tidak hari ini. Bu Lilik sangat ramah, beliau menyampaikan juga agar saya mau mengajak teman-teman yang masih mudah untuk ikut latihan, saya juga inginnya begitu buk, hehe tapi mungkin pelan-pelan ya :) . Tiga bulan lagi Bu Lilik ada tawaran pentas dan kalau saya sudah siap dan tidak keberatan beliau mengajak saya bergabung. Dan sekali lagi hati saya berkomentar saya?pentas?gak salahkan buw? haha..tentu saja saya mau, mau sekali!! :) Saya akan berlatih sungguh-sungguh untuk tiga bulan lagi.


Tadi malam, saat saya selesai latihan dan menelpon adik saya, saya sempat cerita kalau saya baru saja selesai latihan gamelan dan dia tertawa " Mbak..mbak, aku suka seni,tradisi, tapi gak sampe ikut krawitan kayak kamu haha " . Memangnya kenapa kalau saya ikut krawitan, saya suka gamelan dan saya suka memainkannya, itu saja. " Memang dapat uang berapa kalau manggung?" tanya adik saya lagi. " Hah?uang? entahlah..aku tidak pernah memikirkan dapat berapanya, diajak mentas aja sudah senang bukan kepalang, sekotak nasi saja rasanya sudah cukup .." jawabku.  "Hahaha..." dan tawa adik saya mengakhiri pembicaraan kami.

Malam yang luar biasa, hari yang luar biasa, hidup yang indah...pertemuan kembali saya pada gamelan yang benar-benar luar biasa. !!


Saturday, June 4, 2011

Puding Jagung Manis ala Buzy

Ini puding lainnya yang saya buat dalam minggu-minggu kemarin namun belum sempat saya posting. Puding ini saya buat di pentry kantor sepulang kerja....*upss..pleaseeee don't tell my boss haha :D

Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sangat suka sekali sama dapur yang menyenangkan, bersih dan rapi, dan dapur pentry kantor ini salah satunya, jadi saya memulai experiment saya hari itu ..hihi..:p

Dan beginilah hasilnya....Puding Jagung Manis ala Buzy

Bahan dan cara membuatnya sangat sederhana jadi bisa di praktekan kapan saja.

Bahan- bahan :
- 2 bungkus bubuk agar-agar tanpa warna
- 2 batang jagung manis yang sudah di blender dan diambil airnya 2 gelas
- 1 bungkus santan Kara 65 ml
- 1/4 sendok teh garam
- 10 sendok gula pasir / sesuai selera
- 3 gelas air
- 3 lembar daun pandan
- Coklat yang dilelehkan untuk hiasan / susu kental manis coklat

cara membuat :
Campurkan agar-agar bubuk, jagung blender yang sudah di saring dan diambil airnya saja, gula, garam, santan dan air ke dalam panci kemudian didihkan dan masukan pandan dengan cara diikat seperti biasa. Setelah mendidih, angakt dan tuang di cetakan yang sudah di basahi air. Tunggu dingin kemudian masukan ke kulkas.

Taraaaa...puding jagung manis ala Buzy siap disantap...haha karena puding ini dibuat di kantor jadi tidak menunggu lama untuk habis. Pada saat pletting puding bisa di hias dengan coklat yang sudah di lumerkan atau menggunakan susu kental manis coklat seperti yang saya buat ini, namun bila menggunakan susu coklat hasilnya kurang maksimal karena susu coklat mudah mencair sehingga bentuk hiasan kurang cantik seperti ini hehe....


~Selamat Mencoba~

Friday, June 3, 2011

Puding Gula Merah Lahar Dingin

Minggu ini temanya masak - memasak haha..memang saya sedang ingin memasak dan kebetulan saya menemukan dapur yang menyenangkan. Setiap melihat dapur yang menyenangkan saya jadi geregetan ingin masak :))  *sssttt...ini dapur di rumah teman saya sebenarnya hehe

Ini menu kedua masakan hari itu, sebenarnya dalam otak saya, saya akan membuat "puding caramel" tapi saat mau menulis posting ini saya baru sadar bahwa caramel = gula pasir yang dilelehkan, bukan gula merah hahaha tapi saya pake gula merah hari itu, jadilah ini bukan puding caramel tapi puding gula merah, hehe..satu lagi kenapa namanya ada tambahan lahar dingin, ini bukan ide saya tapi ide teman saya karena puding ini saya buat setelah "Mujahir goreng merapi" yang super pedeeess sebelumnya, jadi puding ini melelehkan rasa pedas dari mujahir kata teman saya, haha :))




Bahan - bahan :
- 2 bungkus bubuk agar-agar warna coklat
- 1/4 kg gula merah / gula aren
- 1 bungkus Kara santan 65 ml
- 1 Sendok makan gula pasir / sesuai selera
- 5 Sendok makan susu kental manis coklat ( Jangan terlalu banyak karena rasa gula merahnya akan hilang)
- 1/4 sendok teh garam
- 5 gelas air
- 3 lembar daun pandan


Cara membuat :
Tuangkan 5 gelas air kedalam panci lalu masukan 2 bungkus bubuk agar-agar, santan, garam, gula pasir dan susu kental manis kemudian didihkan. Sambil menunggu air mendidih, masukan gula merah yang sudah diiris-iris agar lebih mudah larut ke panci. Gunakan api sedang dan tetap diaduk sampai air mendidih agar santan tidak pecah. Jangan lupa masukan pandan dengan cara di ikat terlebih dahulu.
Setelah mendidih angkat dan tuang dia loyang atau tempat agar-agar yang sudah di basahi sedikit air. Loyang yang dibasahi sedikit air memudahkan agar-agar di keluarkan dari loyang saat dingin. Saat menuang agar-agar yang sudah mendidih tadi ke dalam loyang bisa juga bila sambil disaring agar sisa-sisa gula merah tidak ikut ke dalam adonan.
* Untuk 6-8 porsi

Oya, porsi ini terlalu besar untuk kami berdua haha..jadi kalau ingin membuat menu, mungkin bisa dipikirkan untuk berapa orangnya. Karena saya terlalu bersemangat, jadi saya lupa kalau saya harusnya hanya membuat puding untuk dua orang, alhasil satu loyang besar itu jatah teman saya untuk menghabiskan hahha :)) 

~ Selamat Mencoba ~


Wednesday, June 1, 2011

Mujair Goreng Merapi ala Buzy



   
Bahan - bahan :
- 3 ekor mujair atau 1/4 kg yang telah di bersihkan dan di lumuri irisan jeruk nipis dan di bumbui ( garam secukupnya + 1 biji kemiri + 2 siung bawang putih yang sudah di haluskan) diamkan di freezer 15 menit agar bumbu lebih meresap


Bumbu :
- 10 cabe merah besar
- 15 cabe rawit
- 4 Siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 buah tomat
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Penyedap rasa (bila suka)
- Minyak goreng
- Margarin


Cara membuat :
Ikan yang sudah dibumbui dan di diamkan di dalam freezer di goreng dengan panas sedang, jangan terlalu panas karena ikan akan cepat matang namun tidak merata matangnya. Angkat dan tiriskan ikan. Haluskan cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, dan tomat. Kemudian bumbu yang telah di haluskan, di goreng dengan minyak goreng atau margarin, untuk menggunakan margarin hasilnya akan lebih harum, tambahkan pula gula dan garam serta penyedap rasa bila suka sesuai selera. Setelah semua bumbu ditumis dengan sempurna (tidak tercium lagi bau bumbu masih mentah) kemudian masukan mujair yang sudah di goreng tadi. campurkan bumbu dengan mujair sampai merata, jangan terlalu keras untuk membolak -balik karena akan merusak ikan. Setelah ikan dan bumbu tercampur merata angkat dan sajikan.


 * Taraa...Mujair Goreng Merapi ala Buzy siap dihidangkan, kenapa namanya Mujair goreng merapi karena kata teman saya ini pedas sekali..haha :)) * sorry
* Untuk 2 orang




 ~ Selamat Mencoba ~




Note : ikan perlu dilumuri dengan kemiri agar tidak mudah lengket saat digoreng, terutama mujahir karena mudah lengket.
      

Monday, May 30, 2011

Life begin at 27 !!

Sebagian orang bilang "life begin at 40" sebagian yang lain bilang "life begin at 30" apa tidak terlalu lama?
Buat saya hidup dimulai kapanpun kita mau, kapanpun kita mau mengambil tanggung jawab atas banyaknya pilihan yang kita buat sendiri.

Disaat-saat sekarang ini saya justru mulai menyadari, harusnya dari dulu saya sudah mempunyai pepatah itu " life begin at 17" haha tapi sudah terlambat. Terlambat 10 tahun, saya 27 sekarang, dan saya akan bilang "life begin at 27" saya akan mulai mengambil semua tanggung jawab pribadi yang harusnya saya kerjakan dari dulu, tanggung jawab saya terhadap cita-cita saya yang kata orang setinggi langit. Saya tidak terlalu perduli apa kata mereka sekarang, saya lebih perduli untuk menganalisa kenapa begitu banyak hal-hal terlewatkan sia-sia, begitu banyak peluang saya buang percuma dan mulai menata ulang semuanya.

Baiklah, lebih baik terlambat dari pada tidak pernah dimulai sama sekali. Mulai menyiapkan data yang saya perlu untuk pengajuan beasiswa, belajar beberapa bahasa lagi, pekerjaan yang lebih baik, melanjutakan hobby menulis saya dan tentang menikah, pastinya diumur seperti ini  sebagian orang mulai meributkan masalah menikah dan mengaitkannya dengan factor "U" alias umur, keluarga dan sebagainya,  itu memang penting tapi bukan berarti harus seperti dipaksakan, karena kita manusia yang beriman maka kita serahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa dan menjalani hidup dengan hati bahagia :))

So welcome my new world, more colourfull and more cheerfull!!

Cerita tentang Bapak...

Beberapa hari yang lalu Bapak saya menelpon dan seperti biasa tidak banyak yang kami bicarakan. Padahal dulu waktu saya masih berumur  4 atau 5 tahun kata ibu saya selalu mengikuti kemanapun Bapak pergi. Bahkan kalau beliau pergi ke kantor saya selalu menangis di depan rumah sambil berlarian mengejarnya.

Waktu berlalu, keadaan berubah, saya pindah ke Jawa untuk sekolah, kuliah dan kemudian bekerja. Semakin sedikit pembicaraan kami, semakin jarang, tapi satu yang saya tahu saya masih sangat menyayanginya sama seperti tahun-tahun yang lalu. Saat saya kecil dan saat Beliau masih sangat muda. Saat kami banyak menghabiskan waktu bersama mencari ikan di rawa belakang kebun karet kami di Sumatra, saat dia harus mondar-mandir mengantar dan menjemput saya berangkat dan pulang sekolah TK. Bahkan saya harus pindah sekolah TK di dekat kantor beliau hanya agar lebih mudah untuk mengantar dan menjemput saya. Kalau anak yang lain pulang TK jam 10, saya pulang sekolah  TK jam 12, menunggu jam istirahat Bapak saya dan kemudian dia mengantar saya pulang lalu kembali lagi ke kantornya.

Bapak saya adalah seseorang yang sangat menyukai seni, kata ibu dia sangat pandai melukis (karena saya belum pernah melihat hasil lukisannya hehe) , dia sangat pandai menabuh gendang (ini sama dengan saya, saya suka gamelan tapi untuk Gendang, upps..saya tidak bisa menabuh Gendang, hanya Saron-alat gamelan yang paling sederhana yang saya bisa).

Hemm...hari ini tiba-tiba saya teringat pada Bapak saya, ingin kembali mengulang masa-masa itu, mencari ikan, melihatnya mengajari saya melukis dan tentu saja mengajari saya main Gendang, dan satu lagi membuat sambal terasi yang tak ada dua enaknya. Bapak saya sangat pandai membuat sambal, sepesialisasi terasi..haha :))

Saatnya mencari tiket, mungkin sudah saatnya anak seribu pulau ini pulang..hahha..setelah hampir sepuluh tahun, saya belum pernah lagi menginjakan kaki di tanah kelahiran saya, Sumatra.
 
Copyright (c) 2010 BuzyBugz. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.